Seperti biasa saya selalu berangkat ke kantor agak mepet-mepet
Pagi ini, ketika saya mau keluar dari kos dan tengah membuka pintu pagar, dari arah bawah sebuah motor melaju dengan agak kencang. Karena kos saya ini tepat berada di sebuah jalan yang menanjak, jadi setiap kendaraan yang dari arah bawah biasanya selalu mengambil ancang-ancang terlebih dahulu.
Karena saya lihat ada motor dari bawah, saya menunggu dulu dia lewat. Sementara disamping saya seekor induk kucing dan dua anaknya tengah bermain-main. Saya malah sempat bermain-main pula dengan anak kucing itu. Namun, ketika tepat motor itu berada di depan saya sekonyong-konyong salah satu anak kucing tadi melintas dengan cepat. Dan kejadian itu pun tak dapat dihindari. Anak kucing tadi terlindas ban depan motor. Ah, saya tak tega melihatnya. Walaupun setelahnya si anak kucing dengan paniknya berlari terpincang-pincang masuk ke saluran air di depan kos. Ya, saya harap anak kucing itu tidak mati.
Si pengendara motor pun sepertinya kaget. Dia langsung memberhentikan motornya dan berusaha mencari-cari anak kucing tadi. Karena belum berhasil juga menemukan anak kucing itu dan saya pun merasa sudah agak kesiangan, berangkatlah saya ke kantor.
Entah mungkin sedang sentimen atau apa, sepanjang perjalanan kejadian tersebut terus membayangi saya. Pelajaran yang saya tarik dari kejadian ini, bahwa maut bisa menjemput kita kapan saja. Tak dapat kita majukan ataupun mundurkan walaupun sedetik saja. Bila takdir-Nya telah menentukan, siap ataupun tidak, kita harus menghadapinya. Ya Allah, jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu mengingat-Mu.
1 response so far ↓
edratna // August 21, 2008 at 8:16 am
Biasanya pengendara yang menabrak kucing berusaha merawat kucing tsb….makanya banyak juga yang celaka karena menghindari kucing (kepercayaan di saerah tertentu)