Ingatkah kita tempo dulu kalau ingin menelpon. Apa yang kita pikirkan? Kalau saya sih, kepala ini langsung menghitung berapa uang yang akan saya keluarkan untuk menelpon. Terlebih lagi bila interlokal. Untuk menghemat, mungkin kita lebih sering menelpon dari wartel atau dari telepon murah. Sementara ponsel hanya berfungsi untuk SMS dan menerima telpon saja. Bahkan memiliki ponsel kala itu masih memiliki prestise tersendiri. Harga ponsel dan kartu perdana yang masih mahal ketika itu tentunya membuat si pemilik menjadi ‘naik’ gengsinya. Saya masih ingat tuh, pertama kali beli perdana 250 ribu


